preloader
0%

Rp 119,592

Terkumpul dari Rp. 300,000,000

10 Hari

Wakaf, Bantu Bikin Platform E-Commerce Untuk Pondok Pesantren

Mari memakmurkan pondok pesantren di Indonesia bersama Pedooli bergerak bersama

Banyak bisnis yang dimulai di pesantren tidak memiliki peluang untuk berkembang akibat kurangnya eksposur ke pasar di luar. Karena ini, kami mengundang Anda untuk meningkatkan kemakmuran di pesantren dengan mendanai platform e-commerce untuk pondok pesantren Hidayatullah, yang akan membantu bisnis dalam komunitas mereka untuk menjual satu sama lain dan ke pasar di seluruh Indonesia. Hidayatullah adalah komunitas pesantren terbesar di Indonesia dengan lebih dari 600 pondok pesantren. Dalam komunitas mereka, ada lebih dari 1.600 pedagang bisnis.

Pembuatan platform e-commerce ini diperkirakan memperlukan biaya Rp 300,000,000,- (Tiga Ratus Juta Rupiah). Pendanaan platform akan menjadi wakaf, yang akan dikelola oleh Hidayatullah. Awalnya platform e-commerce akan dimanfaatkan oleh pondok pesantren Hidayatullah. Dalam jangka panjang, akan terbuka untuk semua pesantren di Indonesia.

 

Tentang Pesantren Hidayatullah

Pesantren Hidayatullah berdiri Senin, 1 Muharram 1393 Hijriyah atau 5 Februari 1973, yang berada di Karang Bugis, Kalimantan Timur. Pesantren ini diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang kala itu dijabat oleh Prof. Dr. Mukti Ali, pada tahun 1976.

Selanjutnya Ustadz Abdullah Said, pendiri Hidayatullah, membuka pesantren baru di Gunung Tembak, Kalimantan Timur. Pesantren baru ini dikenal dengan nama Kampus Induk Hidayatullah, yang kemudian menjadi pusat kultur Hidayatullah.

Saat ini, di Kampus Induk Hidayatullah yang berada di atas lahan wakaf seluas sekitar 120 hektar ini telah berdiri masjid, gedung-gedung sekolah dan perguruan tinggi, aula pertemuan, kantor, guest house, perumahan warga, juga dilengkapi sarana umum serta lingkungan hijau yang ditata sedemikian rupa sehingga tampak asri.

Tak heran bila pada tahun 1984, Presiden Soeharto menganugerahkan Kalpataru kepada Ustadz Abdullah Said karena beliau dinilai mampu mengubah kawasan kritis di Gunung Tembak menjadi lingkungan pesantren yang hijau dan asri. Di tengah lokasi pesantren terdapat danau buatan yang tidak pernah kering meski berada di musim kemarau.

Dalam perkembangan selanjutnya, Ustadz Abdullah Said mengirimkan santri-santrinya berdakwah ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, khususnya daerah-daerah pedalaman dan minoritas Muslim.

 

Berda’wah dan ekspansi

Di tempat tugas tersebut, para santri Hidayatullah tak sekedar berdakwah, tetapi juga membangun cabang-cabang pesantren. Pada akhirnya, tersebarlah pesantren ini ke lebih dari 370 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Setelah Ustadz Abdullah Said wafat tahun 1998, kepemimpinan Pesantren Hidayatullah dilanjutkan oleh Ustadz Abdurrahman Muhammad. Tak berapa lama setelah itu terbentuklah Dewan Eksekutif yang bertugas menyelenggarakan pertemuan nasional untuk menentukan arah dan bentuk Hidayatullah ke depan.

Melalui Musyawarah Nasional pertama tanggal 9-13 Juli 2000 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Hidayatullah secara resmi mengubah bentuknya dari organisasi sosial menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) dengan 5 jenjang kepengurusan, yakni nasional/pusat, wilayah/provinsi, daerah/kabupaten-kota, cabang/kecamatan, dan ranting/desa-kelurahan. Pengurus Pusat berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta.

 

Visi dan Misi

Visi Hidayatullah adalah Membangun Peradaban Islam. Di sisi lain, Hidayatullah menyadari bahwa di tengah masyarakat telah berdiri berbagai jamaah dengan tujuan yang sama. Untuk itu, Hidayatullah menegaskan diri sebagai Jamaatun Minal Muslimin, yang berpegang pada prinsip Al Wasathiyah dalam membangun peradaban Islam bersama elemen umat dan bangsa.

Hidayatullah meyakini bahwa peradaban Islam hanya bisa dibangun dengan mengikuti manhaj nabawi. Hidayatullah juga meyakini bahwa manhaj nabawi dengan merujuk kepada tartib nuzuli atau Sistematika Wahyu adalah taujih rabbani yang telah melahirkan umat terbaik sepanjang sejarah kehidupan manusia. Misi Hidayatullah adalah mencari ridho Allah SWT dengan melakukan upaya:

·         Melahirkan kader-kader yang berkualitas.

·         Membangun komunitas Islami.

·         Menjalankan kegiatan pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, dan lain-lain secara profetik dan profesional.

·         Membangun sinergi dengan segenap komponen umat Islam dalam gerakan amar maruf nahi munkar.

·         Berperan secara aktif dalam melaksanakan proses pembaharuan (tajdid) di bidang pemikiran Islam.

·         Mengajak pemerintah dan segenap bangsa Indonesia untuk mewujudkan NKRI yang bermartabat.

 

Lembaga Sosial Hidayatullah

Hidayatullah memiliki beberapa lembaga yang bergerak di bidang kemasyarakatan. Lembaga-lembaga sosial milik Hidayatullah antara lain Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sebagai lembaga amil zakat, Search and Rescue (SAR) Hidayatullah sebagai lembaga pencarian dan penyelamatan korban bencana, Baitul Wakaf Hidayatullah sebagai lembaga wakaf, Baitut Tamwil Hidayatullah (BTH) sebagai lembaga bantuan usaha kecil dan menengah, Pos Dai sebagai lembaga dakwah di wilayah terpencil dan minoritas Muslim, Islamic Medical Service (IMS) sebagai lembaga kesehatan, Sahabat Anak Indonesia (SAI) sebagai lembaga pendampingan anak di wilayah bencana dan konflik, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah sebagai lembaga urusan hukum.

 

Berfokus dalam kesejahteran bersama

Hidayatullah memiliki komunitas besar yang dapat dimanfaatkan secara ekonomi untuk kesejahteraan bersama. Oleh karena itu Hidayatullah membutuhkan sistem online sebagai alat pendukung dan berencana untuk membuat HI E-commerce, platform tersebut akan memberdayakan para anggota komunitasnya, di mana produk-produk yang dijual keuntungannya akan disalurkan kepada 600 pondok pesantren milik Hidayatullah, dan kegiatan sosial & amal lainnya.


Kebutuhan HI E-commerce Hidayatullah

Melihat niat Hidayatullah, Pedooli berupaya untuk menjadi jembatan antara para donatur yang ingin bekerja sama untuk untuk ikut berkontribusi dalam niat baik Hidayatullah. Pedooli menargetkan Rp. 300.000.000 (Tiga ratus juta rupiah) untuk pembuatan platform tersebut. Berikut sekilas info mengenai platform yang akan di develop.

Marketplace HI e-commerce akan memiliki 3 set pengguna

1.      User/pembeli

2.      Vendor/penjual

3.      Admin

Modul ujung depan memiliki fitur berikut:

1.      Halaman beranda

2.      Halaman daftar / pencarian

3.      Halaman keranjang

4.      Halaman checkout

5.      Profil untuk user / vendor

6.      Admin backoffice

Untuk detail lebih lanjut tentang platform e-commerce, silakan lihat proposal terlampir


Apa untungnya bagi Donatur?

Donasi tersebut merupakan salah satu bentuk shadaqah jariyah, yaitu suatu tindakan bersedekah yang berkesinambungan selama platform e-commerce memberikan manfaat kepada orang lain. Para donatur akan mendapatkan update development platformnya. Donatur yang menyumbang minimal IDR1juta akan mendapatkan sertifikat Wakaf.

Apa itu wakaf?

Wakaf merupakan ibadah dengan harta yang Jariyah (Abadi), diberikan kepada umat sehingga bermanfaat untuk masyarakat luas dan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Manfaat yang luas pahala wakaf lebih baik dan sifatnya kekal terus mengalir meski wakif (orang yang berwakaf) telah meninggal dunia.

 

Info Kontak

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang kampanye donasi ini, jangan ragu untuk menghubungi Pedooli di 0813 1488 1515 atau melalui email di hello@pedooli.id

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada pembaruan

09 Aug 2022
Hhh*
Rp 30,720
18 Jul 2022
Dio***********
Rp 19,213
18 Jul 2022
asd*******
Rp 50,596

Pesantren Hidayatullah

Jl. Cipinang Cempedak I No.14, RT.13/RW.6, Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur,
081218767677